Rabu, 12 Juli 2017

Manisnya Sabar

Assalamu'alaikum sobat Ath-Thibb :)


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam adalah  orang yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah. Meski demikian, beliau juga pribadi yang paling banyak dan berat cobaannya, serta paling tinggi kesabarannya. Begitu pula dengan para nabi lainnya. Segala cobaan dan ujian yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala disikapi dengan tindakan sabar yang luar biasa.
Mengapa kita harus tetap berusaha untuk bersabar? Para ulama menjelaskan bahwa sedikitnya ada lima hikmah mengapa manusia harus bersabar dan melipatgandakan kesabarannya saat ia ditimpa musibah atau cobaan. 
Berikut kelima hikmah tersebut :
1. Cobaan adalah fitrah dari penciptaan manusia. Allah Subhanahu Wa Ta'ala sudah menerangkan bahwa manusia akan menerima berbagai kesulitan dan cobaan. "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia, berada dalam susah payah" (QS. Al-Balad : 4).
2. Cobaan adalah sebagai proses tamhish (proses penyaringan), antara orang yang baik dengan yang buruk, antara yang benar dengan yang salah, antara yang mukmin dengan yang munafik. "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir" (QS. Ali 'Imran : 140-141).
3. Cobaan merupakan ujian keimanan. Semakin tinggi tingkat keimanan seorang hamba, ujiannya pun akan semakin berat. "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (QS. Al-Ankabut : 2-3).
4. Cobaan adalah syarat untuk bisa masuk jannah. "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat" (QS. Al-Baqarah : 214)
5. Cobaan merupakan kenaikan pangkat serta peningkatan derajat di kalangan para mujahid dan muqarrabin. "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu" (QS. Muhammad : 31).
Sesungguhnya ujian dan cobaan itu datang bukan untuk menyakiti, melainkan karena kasih sayang Allah kepada kita. Mengapa demikian? itu karena ujian dan cobaan itu tidak akan melebihi takaran kesanggupan kita. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya......" (QS. Al-Baqarah : 286).
Sabar adalah kunci dalam menghadapi ujian dalam kehidupan. Tidak ada kerugian sedikitpun bagi orang yang sabar. Di dunia, ia akan memperoleh kesuksesan, di akhirat ia akan memperoleh ganjaran yang menjadi dambaan setiap hamba Allah, yaitu surga.
Kesabaran memang menjadi kunci dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan yang datang silih berganti. Matahari akan tetap bersinar setelah mendung kelabu. Hujan tidak akan ada selamanya, ada saatnya berhenti dan berganti menjadi pelangi. Begitu pula dengan kesulitan yang kita hadapi.
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (QS. Al-Insyirah : 5-6).
Bagaimana dengan mereka yang tidak sabar? Mereka yang tidak sabar hanya mendapatkan kerugian, Sudahlah di dunia menderita, di akhirat mendapat siksa pula. Bagaimana sobat? masih sanggupkah mengatakan "kesabaran saya sudah habis"? Semoga kita selalu bersabar dan dapat mengambil hikmah dari cobaan atau ujian yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin.
Ingat!!! Ujian bukan hanya musibah, kesenangan pun adalah ujian.

#wecareweshare
#bersamameraihcintaNya

Selasa, 11 Juli 2017

Keutamaan Sedekah

Assalamu'alaikum sobat Ath-Thibb :)


Harta benda adalah milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah telah mengamanahkannya kepada para hamba-Nya, agar diketahui bagaimana mereka membelanjakannya. Kemudian, mereka akan ditanya tentang hartanya saat mereka berada di hadapan-Nya, dari mana mereka mendapatkannya dan ke mana mereka membelanjakannya.
Di antara perkara paling agung yang disyariatkan Allah kepada hamba-Nya untuk mengharapkan pahala dari-Nya adalah sedekah.
Berikut adalah beberapa keutamaan dan pengaruh sedekah :
1. Tingginya Kedudukan Orang yang Bersedekah
Diangkatnya derajat orang bersedekah tidak hanya di akhirat semata, namun juga di dunia. Barangsiapa yang memiliki sifat dermawan, maka ia akan menjadi orang yang mulia. Sedangkan orang yang bakhil, maka ia akan menjadi orang yang hina-dina.
2. Sedekah dapat Menjaga Pelakunya dari Bencana dan Musibah
"Orang yang berbuat kebajikan dapat menyelamatkan diri dari keburukan, mara bahaya dan kebinasaan" (HR. Hakim no.3795)
3. Mendapat Pahala yang Berlipat Ganda
Ibnu Hajar berkata, "Sedekah ibarat anak dari sebuah amalan. Bila telah disapih, maka anak tersebut sangat butuh perawatan. Bila ia diperhatikan dengan baik, maka ia akan tumbuh menjadi dewasa. Demikian pula amalan anak Adam, terutama sedekah. Bila seseorang bersedekah dari hasil kerja yang baik, maka Allah senantiasa melihatnya hingga mencapai kesempurnaan. Hingga berlipat ganda mencapai keselarasan antara pahala dan apa yang disedekahkan, seperti perbandingan antara sebiji kurma dengan sebuah gunung.
"Barangsiapa menafkahkan sesuatu dijalan Allah, niscaya akan ditulis baginya (pahala) 700 kali lipat" (HR. Ahmad no.18900)
4. Sedekah dapat Memadamkan Kesalahan dan Menghapus Dosa
"...Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk..." (QS. Hud : 114)
5. Rezeki Bertambah
"...Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba' : 39).
6. Sedekah adalah Pintu Gerbang Seluruh Amal Kebajikan
"Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah." (QS. Al-Lail : 5-7)
7. Sedekah adalah Harta Simpanan bagi Pelakunya di Hari Kiamat
"Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam." (QS. Al-Mu'minun : 102-103)
8. Sedekah merupakan Jalan untuk Menggapai Cinta, Rahmat, dan Ridho Allah
"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah : 195).
9. Sedekah akan Menaungi Pelakunya di Padang Mahsyar
"Ada 7 golongan yang akan Allah naungi dibawah naungan-Nya pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya ---beliau menyebutkan diantaranya---, yakni seseorang yang bersedekah lalu merahasiakannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfaqkan oleh tangan kanannya" (HR. Bukhori no.1423).
10. Pahala Sedekah Terus Mengalir Setelah Mati
"Bila seseorang meninggal, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga hal; sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, doa anak yang sholeh (HR. Muslim no.1631).

Sumber : Buku "Bersedekahlah" oleh Faishol bin 'Ali Al-Ba'dani

Nah ternyata banyak ya manfaat sedekah dan tidak sedikitpun merugikan diri sendiri.
Ayo sedekah demi menggapai ridho-Nya
#bersamameraihcinta-Nya


#wecareweshare