Selasa, 04 Agustus 2015

Dunia itu..SEBAB dan AKIBAT









Mungkin kata ini sudah tak asing lagi, “sebab-akibat” yaa , segala hal yang terjadi pasti ada “sebab” dan “akibat” nya , karena itulah dunia. Tapi sadarkah kau bahwa dibalik dua kata itu,Allah menyelipkan begitu banyak pelajaran. Untuk mengingatkan kita sebagai manusia bahwa kita hanya makhuk Allah yang lemah, namun dilain pihak kita adalah makhlukNya yang paling sempurna.
            Pikirkanlah!! Tidakkah Allah begitu menyayangi kita. Yaa,kita …manusia yang masih sangat sering melupakannya, tapi sadarkah kau bahwa Allah tak pernah sedikitpun melupakanmu, melupakan kita, melupakan UmatNya. Sadarkah kau Di tengah ke MahakuasaanNya, Allah masih memberi kita pilihan untuk kita, bagaimana kita ingin menjalani hidup ini, itu semua diserahkanNya pada kita makhlukNya yang lemah dan tak berdaya ini. Tapi ia tak membiarkan kita begitu saja, lagi lagi Allah menunjukkan Kasih dan Sayang Nya untuk kita, Allah kirimkan Seorang Rasul untuk menjadi panutan kita, Allah tinggalkan Al’quran untuk menjadi petunjuk bagi kita menuju jalanNya. Sadarkah kah kau itu semua untuk kita? Makhluk yang  TAK TAHU MALU ini, masih kah kau mau mengelak?
            Dalam firmanNya Allah berkata :
“Dan kami tidak mengutus Engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat Bagi seluruh Alam” (QS. Al-anbiya :107) .
Lihatlah!!, Betapa Allah begitu memikirkan kita. Allah tahu kita ini adalah Makhluknya yang sering bahkan sangat sering sekali lalai, Oleh karena itu Allah mengirimkan Panutan dan juga petunjuknya untuk kita. Untukk apaa?? Supaya kita tidak bingung, supaya kita mempunyai pegangan kuat menuju ke JalanNya.
Dunia itu SEBAB dan AKIBAT….
Mengapa saya mengibaratkan dunia seperti itu, karena memang seperti itulah nyatanya. Apa yang kita usahakan hari ini, akan menjadi akibat yang kita alami di masa mendatang, begitu juga sebaliknya. Apabila yang kita lakukan itu baik maka kita akan mendapatkan hasil yang baik, dan apabila yang kita lakukan itu buruk maka buruk pulalah hasil yang akan kita dapatkan. Dan disinilah letak tipuan dunia itu berada, banyak manusia yang sering tertipu mereka menginginkan hal yang instan, sehingga segala cara mereka lakukan untuk dapat mendapatkannya.
Padahal Allah sudah memperingatkan kita, melalui firmanNya Allah berkata:
“ Sesungguhnya kehidupan Dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” (QS. Muhammad : 36)
Lihatah!! Bagimana Allah begitu sayang pada kita, Allah benar-benar tidak ingin kita tersesat di dunia ini, Allah tidak ingin kita terjebak di Dunia ini. Namun hanya kita (manusia)lah yang begitu Bodoh. Seakan-akan kita tahu segalanya.
Sering kali kita mengeluh atas apa yang telah diberikanNya, padahal bisa jadi itulah yang saat ini yang terbaik untuk kita dapatkan. Saya mempunyai suatu ilustrasi, yang cukup sering terjadi dikehidupa sehari-hari.
“misalkan, suatu saat dimana waktu itu kau sedang terburu-buru untuk pergi bekerja atau kuliah, akan tetapi sayang sekali di tengah perjalanan kau terjebak macet, macet yang lumayan panjang. Lalu apa yang kau lakukan saat itu,kau pasti mengeluh bukan?dan berkata Ya, Allah kenapa harus macet sihh, tinggal 5 menit lagi kalau tidak aku akan terlambat.”
Lihatlah betapa cepat kita mengambil kesimpulan, padahal bisa jadi saat itu, Allah sedang melindungi kita, dengan berkata:
“Wahai hambaKu bersabarlah, didepan sana sedang ada kecelakaan jika kau pergi sekarang mungkin akan terkena kecelakaan itu”. Misalkann…
Berkhusnudzan lahh… kita tidak tahu apa yang akan kita alami, bahkan satu detik pun.
Dunia ini, adalah sebab dan akibat apa yang kita dapatkan diakhirat kelak. Jika kau ditanya ingin surge atau neraka?? Pasti semua orang akan menjawab surga. Karena sudah tertanam di benak setiap orang surga adalah tempat yang indah dan menyenangkan. Sedang neraka adalah seburuk-buruknya tempat. Akan tetapi sudah pantas kah kita tuk berada disana? Kebanyakan manusia hanya menginginkan dan tak mau berusaha. Justru yang mereka perbuat malah berbuat sebaliknya, menginginkan surga tapi berbuat seakan-akan ia menginginkan neraka. Jika seperti itu masih pantaskah kau berharap surgaNYa.
Wahai sahabat, ketahuilah Allah itu sangat, sangat, dan sangat menyayangimu, menyayangi umatNYa. Tak cinta di dunia ini yang cinta nya melebihi cinta Allah kepada UmatNYa. Lalu masih maukah kau mencintai sesuatu yang lain melebihi kau mencintai Allah? Setelah sekian banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita.
Allah swt., sangat lah merindukanmu, bagaimana tidak Allah tidak hanya memberimu kesempatan kedua, akan tetapi ketiga,keempat bahkan ke seratus atau lebih. Asalkan kau bertobat dengan setulus-tulusnya, beristigfar,dan selalu memohon ampun. Insya Allah, Ia akan memaafkanmu.
Ada sebuah kisah ..
Pada suatu hari hiduplah seorang pemuda yang setiap hari kerjanya adalah mabuk, berjudi, berzina dan segala kemaksiatan lainnya. Namun ternyata dalam hatinya, sang pemuda tadi ingin sekali bertobat dan meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat yang telah dilakukannya selama ini. Namun tidak mudah mengubah kebiasaan yang tlah biasa ia lakukan selama ini. Oleh karena itu, sang pemuda tadi ingin mencari seseorang yang bisa mengajarkan dan mengarahkannya untuk menjadi orang yang lebih baik dan mampu meniggalkan perbuatan tidak terpuji tersebut.
Di waktu yang bersamaan, hiduplah seorang wali (kekasih Allah) yang tinggal di sebuah bukit. Beliau mengasingkan diri dari keramaian untuk senantiasa bercinta kepada Allah dan senantiasa menjaga hatinya dari kotoran duniawi. Namun, suatu ketika perbekalan yang ia miliki tinggal sedikit dan ia harus turun dari bukit untuk membeli kebutuha-kebutuhan dipasar.
Sang pemuda yang mendengar dari masyarakat bahwa ada seorang waliullah yang tinggal di bukit itu, maka ia pun bermaksud menaiki bukit itu untuk bertemu sang wali menanyakan perihal bertobat serta meminta arahan dan motivasi untuk dapat meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat yang ia lakukan selama ini. Singkat cerita, akhirnya mereka berpapasan dijalan menuju bukit tersebut, sang pemuda dengan tubuh gemetaran, karena malu melihat keadaan dirinya, pemuda dengan pakaian lusuh dan bolong ditambah ingatan akan segala perbuatan maksiat yang ia perbuat selama ini ia lakukan, ia berdiam diri dipinggir jalan tersebut dalam hatinya ia berkata :
“ Ya Allah saya memang berkinginan bertobat dan mencari seseorang yang dapat mengarahkan saya agar bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, tetapi kenapa Engkau mempertemukan kami secara tiba-tiba begini? Saya malu, dosa yang telah saya perbuat tidak dapat terhitung lagi sangking banyaknya. Ya Allah saya adalah pendosa sedang beliau adalah seorang wali, kekasig-Mu. Aduh bagaimana ini? Dia semakin dekat. Ampuni hamba yaa Allah, ampuni dosa-dosa hamba yang hina ini..”
Akhirnya mereka berpapasan , sang pemuda tadi hanya berdiam diri dan tunduk karena, takzim kepada sang wali sadar diri atas apa yang ia perbuat selama ini. Sedangkan sang wali, melihat laki-laki yang ada dihadapanya dengan pakaian seba bolong-bolong dibagian celana, gelang yang melingkar dipergelangan tangannya, serta aroma minuman keras yang tercium dari pakainnya dan sebagainya, dalam hati sang wali berkata:
“Emm.. ini orang tidak mengerti sopan santun. Ada yang lewat didepannya tidak mengucap salam,tidak menegur, melihat saya saja tidak. Apalagi pakaian yang ia pakai tidak keruan, tercium aroma alkohol dari pakaiannya. Dasar manusia tidak berakhlak Astaghfirullah.”
Penyakit sombong dan merendahkan orang lain mulai muncul dari dalam diri sang wali. Kemudian seketika itu, makam kewaliannya dicabut oleh Allah.swt., sedangkan sang pemuda tadi dengan segalan keinsyafannya dan kerendah hatinya menjadi sebab diangkat derajatnya dan diberi hidayah oleh Allah.swt.,
Meskipun cerita ini belum bisa dipastikan kebenarannya, tapi lihatlah betapa Allah begitu mengasihi hambaNya yang ingin bertobat, dan membenci sifat sombong sekecil apapun itu. Pelajaran ini juga sesuai dengan firmanNya yaitu :
“ ..Dan (Allah) lebih tahu tentang kamu, ketika dia menciptakan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah (Allah) yang lebih tahu tentang siapa yang bertakwa. (QS. An-najm : 32)
(Nb: Cerita diatas dikutip dari sebuah buku yang berjudul “Sungguh Allah sangat merindukan kita”)
Oleh karena itu sadarilah, wahai sahabat bahwa Allah sangan menyayangi kita sebagai umatNYa. Tak ada kasih sayang lebih besar didunia ini selain Kasih dan SayangNya. Dan tak ada lagi alasan bagi kita untuk menjauh dariNya . Karena mencintai Allah itu fitrah seorang hamba kepada penciptanya. Ketahuilah kita tak akan bisa hidup jika kita menjauh darinya.


Semoga kita senantiasa diberi hidayah dan karunia oleh Allah.swt., Aminn yaa Rabbalallamin. 

By : hamba Allah yang insya Allah dirahmati oleh Allah.swt.,

0 komentar:

Posting Komentar